DETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL DENGAN PENURUNAN KESEHATAN FISIK LANSIA DI PANTAI SOSIAL TRESNAWERDHA (PSTW) INA-KAKA KOTA AMBON TAHUN 2025

MIEN RANGKORATAT

Abstract


Skrining kesehatan mental lansia merupakan upaya promotif dan preventif
kesehatan jiwa lansia, yang perlu dilakukan secara berkala dan konsisten, sangat penting
untuk mendeteksi dini gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, yang seringkali
terjadi kepada dengan penurun dengan kondisi fisik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi kesehatan mental pada lansia yang mengalami penurunan kesehatan fisik
di Panti Sosial Theresia Werdha (PSTW) Ina-Kaka Kota Ambon. Penelitian ini
menggunakan desain crosssectional dengan sampel 42 lansia di Panti Sosial Thresna Werdha
(PSTW) Ina-Kaka Kota Ambon yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai kondisi kesehatan fisik dan skrining
kesehatan mental. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk
menggambarkan karakteristik sampel dan kondisi kesehatan mental lansia. Penelitian ini
melibatkan 58 lansia di Panti Sosial Thresna Werdha (PSTW) Ina-Kaka Kota Ambon.
Mayoritas berusia 66–75 tahun, dengan status janda atau duda. Hasil skrining menunjukkan
42,9% mengalami stres sedang, 57,1% kecemasan ringan, dan 52,4% depresi ringan.
Sebagian besar lansia juga mengalami penurunan kesehatan fisik ringan hingga sedang yang
berkaitan dengan kondisi kesehatan mental mereka. Mayoritas lansia di Panti Sosial Therna
Werdha (PSTW) Ina-Kaka Kota Ambon mengalami penurunan kesehatan fisik ringan hingga
sedang, yang berhubungan dengan tingkat stres, kecemasan, dan depresi ringan hingga
sedang. Kondisi kesehatan mental lansia dipengaruhi oleh faktor usia, status pernikahan, dan
tingkat pendidikan. Oleh karena itu, penting dilakukan skrining kesehatan mental secara rutin
dan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.