SKRININGFITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK CACING TANAH (Lumbricus rubellus) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi PENYEBAB DEMAM TIFOID
Abstract
Cacing tanah (Lumbricus rubellus) merupakan salah satu hewan darat yang biasa
digunakan masyarakat desa Sathean kecamatan Kei kecil sebagai bahan baku obat
obatan untuk mengobati tifus. Cacing tanah (Lumbricus rubellus) mengandung
senyawa metabolit sekunder alkaloid dan saponin yang berperan penting dalam
menekan mikroorganisme patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengindentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak cacing tanah
(Lumbricus rubellus) dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serbuk cacing
tanah (Lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Jenis
Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode difusi agar.
Penelitian ini menggunakan konsentrasi 45%, 55%, 65%, dan 100%. Kontrol
positif (+) antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji
skrining yang dilakukan dapat diketahui Cacing tanah (Lumbricus rubellus)
mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu, alkaloid dan saponin.
Hasil pengujian aktivitas antibakteri serbuk cacing tanah (Lumbricus rubellus)
terhadap pertumbuhan didapatkan rata-rata diameter zona hambat yaitu pada
konsentrasi 45% sebesar 6,17 mm, konsentrasi 55% sbesar 9,13 mm, konsentrasi
65% sebesar 9,17 mm, dan konsentrasi 100% sebesar 10,9 mm. Untuk control
pembanding yaitu antibiotic kloramfenikol diameter zona hambatnya sebesar 14
mm. Dapat disimpulkan bahwa serbuk cacing tanah (Lumbricus rubellus)
memiliki aktivitas sebagai antibakteri Salmonella typhi.
Refbacks
- There are currently no refbacks.