PENGARUH PEMBERIAN TERAPI OKUPASI MUSIK PADA PASIEN HALUSINASI TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN ACTIVITIY DAILLY LIVING (ADL) DI RSKD PROVINSI MALUKU

FITRIA SILEUW

Abstract


Kurangnya tingkat kemampuan dalam melakukan ADL adalah akibat dari penurunan
kemampuan realitas yang menyebabkan ketidakpedulian terhadap diri dan lingkungannya.
Pemberian terapi okupasi pada pasien halusinasi merupakan salah satu area kinerja
okupasional.Terapi okupasi dapat membantu individu mengenalkan pasien terhadap lingkungan
dengan tujuan mampu meningkatkan dan memperbaiki serta memelihara kualitas hidupnya.
Tujuan dari pelatihan terapi okupasi itu sendiri adalah untuk mengembalikan fungsi penderita
semaksimal mugkin, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif
analitik dengan desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan
pendekatan dengan pendekatan quasy esperimental dan rancangan one group pre-post-test dengan
subjek penelitian pasien halusinasi dengan kemandirian ADL.Populasi pada penelitian ini
terdapat 30 orang di ruang sub akut dengan masalah halusinasi. dengan sampel 30 responden yang
di ambel menggunakan teknik total sampling.Hasil uji statistic wilcoxon menunjukan bahwa nilai
signifikan pvalue= 0.000 , dimana nilai α < 0.05. hal ini menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima
yang artinya ada pengaruh pemberian terapi okupasi musik dengan kemandirian ADL dengan
pasien halusinasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian terapi okupsi
music pada pasien halusinasi dengan kemandirian ADL di RSKD Provinsi Maluku dengan nilai p
value = 0.000.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.