GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMA NEGERI 15 SERAMBAGIAN TIMUR
Abstract
Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan retrovirus yang menyebabkan
melemahnya sistem kekebalan tubuh dan berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome(AIDS).
Penyakit ini masih menjadi masalah global dengan angka prevalensi yang terus meningkat setiap tahun,
termasuk di Indonesia. Remaja adalah kelompok usia yang rentan karena berada pada fase pencarian jati diri,
rasa ingin tahu tinggi, serta sering terpapar informasi yang tidak akurat mengenai HIV/AIDS. Kurangnya
pemahaman yang benar dapat meningkatkan risiko perilaku berisiko, seperti seks bebas dan penggunaan
narkoba suntik, yang berkontribusi pada penyebaran penyakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 15 Seram Bagian Timur,
serta mendeskripsikan karakteristik responden berdasarkan usia dan jenis kelamin Metode: Penelitian ini
menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional. Populasi penelitian adalah
seluruh siswa kelas X dan XI SMA Negeri 15 Seram Bagian Timur berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang mengukur
pengetahuan dasar mengenai definisi, cara penularan, pencegahan, tanda gejala, hingga komplikasi HIV/AIDS.
Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi Hasil: Mayoritas
responden berada pada kelompok usia remaja akhir (16–19 tahun) sebanyak 56 siswa (80%), dan sebagian
besar berjenis kelamin perempuan yaitu 46 siswa (65,7%). Tingkat pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS
sebagian besar termasuk kategori kurang, yaitu 64 responden (91,4%), sedangkan yang memiliki pengetahuan
cukup hanya 6 responden (8,6%). Tidak ditemukan responden yang memiliki pengetahuan baik Kesimpulan:
Pengetahuan remaja di SMA Negeri 15 Seram Bagian Timur tentang HIV/AIDS masih tergolong rendah.
Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi pendidikan kesehatan melalui sekolah, keluarga, maupun tenaga
kesehatan, agar remaja memiliki pemahaman yang benar sehingga mampu menghindari perilaku berisiko dan
menekan angka penularan HIV/AIDS di kalangan generasi muda.
Refbacks
- There are currently no refbacks.