HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BILORO KABUPATEN BURU SELATAN
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan
fisik dan perkembangan kognitif anak, serta meningkatkan risiko penyakit di masa dewasa. Salah
satu faktor yang memengaruhi kejadian stunting adalah pola asuh orang tua. Kabupaten Buru
Selatan memiliki angka stunting yang masih tinggi, khususnya di wilayah kerja Puskesmas
Biloro.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan
kejadian stunting pada balita usia 12–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Biloro Kabupaten Buru
Selatan.Penelitian ini menggunakan Desain : analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel sebanyak 71 ibu yang memiliki balita usia 12–24 bulan diambil dengan teknik random
sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh dan observasi status gizi balita
berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) . Analisis data dilakukan dengan uji
chi-square pada taraf signifikansi 0,05.Hasil: Mayoritas responden menerapkan pola asuh
demokratis (69%), sementara kejadian stunting ditemukan pada 50,7% balita. Hasil : analisis
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian
stunting (p-value < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang
tua dan kejadian stunting pada balita. Pola asuh yang tidak sesuai berkontribusi terhadap
meningkatnya risiko stunting. Intervensi edukatif mengenai pola asuh dan gizi anak perlu
ditingkatkan untuk mencegah stunting
Refbacks
- There are currently no refbacks.