HUBUNGAN FATHERLESS DENGAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA KELAS VII MTs AL FATAH AMBON

SABRINA ABBAS

Abstract


Fatherless tidak hanya merujuk pada hilangnya sosok ayah karena
kematian saja, fatherless dapat berkaitan dengan hubungan abnormal seorang anak
kepada ayahnya seperti halnya kurangnya waktu dan komunikasi antara ayah dan anak.
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan mengenali diri sendiri dan orang lain,
kemampuan memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri
dan hubungannya dengan orang lain. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan
fatherless dengan tingkat kecerdasan emosional pada siswa kelas VII di MTs Al Fatah
Ambon. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitical croos
secional. Sampel dalam penelitian ini seluruh siswa Kelas VII MTs Al Fatah Ambon
berjumlah 63 responden. Teknik pengambilan sampel mengunakan total sampling,
dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil: analisis menggunakan uji chi-Square
bahwa terdapat perbedaan signifikan antara fatherless dengan kecerdasan emosional
siswa kelas VII MTs Al Fatah Ambon hal ini dibuktiakn bahwa dari 63 responden yang
memiliki fatherless kurang berjumlah 16 responden 25.4%, fatherless dalam katagori
cukup berjumlah 29 responden 46.0%. sedangkan pada tingkat kecerdasan emosional
dalam katagori baik berjumlah 26 responden 41.3%, dan kecerdasan emosional dalam
katagori cukup berjumlah 18 responden 28.6%. dengan nilai p Value (0.008), yang berarti
nilai p (0.05). Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa
ada terdapat hubungan fatherless dengan tingkat kecerdasan emosional pada siswa kelas
VII MTS Al Fatah Ambon.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.