UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

Budi Fadli Kilwouw

Abstract


Pendahuluan: Daun Belimbing Manis (averrhoa carambola L.) adalah salah satu
tumbuhan yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional. Salah satu
manfaat yang sering digunakan yaitu sebagai pengobatan jerawat, bisul, sebagai obat maag,
dan melencarkan buang air kecil. Menurut beberapa penelitian, daun belimbing manis
mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, tannin, saponin dan Flavanoid yang dapat
digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Adapun efek farmakologis dari
tanaman daun belimbing manis (averrhoa carambola L.) yaitu yang dapat mengobati
penyakit bisul yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan: Untuk
mengetahui aktivitas antibakteri daun belimbing manis ( averrhoa carambola L.) asal desa
wawatu kabupaten seram bagian timur terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus
aureus. Metode:Menggunakan studi eksperimental laboratorium dengan desain penelitian
metode difusi agar. Hasil: Uji skrining fitokimia daun belimbing manis (averrhoa
carambola L.) menunjukan bahwa daun belimbing manis positif senyawa metabolit
sekunder seperti alkaloid, tanin, saponin dan flavanoid. pengujian aktivitas antibakteri
ekstrak etanol daun belimbing manis (averrhoa carambola L.) terhadap pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus didapatkan rata-rata diameter zona hambat yaitu pada
konsentrasi 60% yaitu 3 mm, pada konsentrasi 80% yaitu 7.1 mm dan konsentrasi 100% yaitu
10.7 mm, untuk kontrol pembanding yaitu antibiotic amoxicilin diameter zona hambatnya sebesar
28 mm.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.