HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN INTENSITAS HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH (RSKD) PROVINSI MALUKU

FITRIYANI LA MANI

Abstract


Latar Belakang skizofrenia adalah gangguan mental serius yang sering disertai halusinasi
pendengaran. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan intensitas
halusinasi pendengaran pada pasien di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Maluku. Metode
penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel
sebanyak 31 pasien dengan Teknik total sampling. Istrumen yang digunakan adalah kuesioner
morisky medicatation adherence Scale (MMAS-8) untuk kepatuhan minum obat dan kuesioner
intensitas halusinasi pendengaran berdasarkan skala penilaian frekuensi, durasi, Lokasi, dan
kekuatan suara. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagaian besar responden (58,1%) tidak patuh
dalam minum obat. Sebanyak (64,5%) responden tidak mengalami halusinasi pendengaran saat
penelitian dilakukan, sedangkan 25,8% mengalami halusinasi berat dan 9,7% sangat berat. Hasil
uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,654 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara kepatuhan minum obat dengan intensitas halusinasi pendengaran. Kesimpulan:
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan intensitas
halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di rumah sakit khusus daerah Provinsi Maluku.
Namun, kepatuhan tetap penting untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah
kekambuhan.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.