UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus
Abstract
Tumbuhan bidara adalah Salah satu bahan alam yang banyak ditemukan di wilayah yang
memiliki musim kering yang jelas. Tumbuhan bidara (Zizhipus mauritiana) memiliki tiga
kandungan zat aktif yaitu Flavonoid, Saponin dan Tanin yang dapat bermanfaat sebagai
antioksidan, antimikroba/antibakteri, dan antifungi. Daun bidara (Zizhipus mauritiana) sering
dimanfaatkan oleh masyarakat desa Waimital sebagai obat tradisional untuk mengatasi penyakit
kulit seperti bisul yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus mauritiana L)
terhadap bakteri Staphylococcys aureus. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah jenis penelitian eksperimental di laboratorium (laboratory experiment). Sampel yang akan
digunakan dalam penelitian ini yaitu daun bidara (Ziziphus mauritiana L) sebanyak 500 gram yang
berasal dari Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat yang diekstraksi
dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas
antibakteri menggunakan difusi sumuran dengan menggunakan variasi 3 konsentrasi. Hasil uji
skrining fitokimia daun bidara (Ziziphus mauritiana L) menunjukan bahwa daun bidara
mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Hasil pengujian aktivitas antibakteri
ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus mauritiana L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus
diperoleh rata-rata diameter zona hambat untuk konsentrasi 50% sebesar 16,2 mm (kuat), 75%
sebesar 16,6 mm (kuat) dan 100% sebesar 19,8 mm (Kuat).
Refbacks
- There are currently no refbacks.