PENGALAMAN ORANG DENGAN HIV/AIDS DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS: STUDI FENOMOLOGI DI RSUD dr. M. HAULUSSY AMBON

ARMENIA RIYANTI

Abstract


Acquired Immuno Deviciency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit yang
disebabkan oleh Human Immuno Viruse (HIV) yang menyerang sel darah putih
manusia. Dewasa ini HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan di seluruh
dunia. WHO menyatakan bahwa HIV/AIDS saat ini menjadi ancaman global
dan menngakibatkan dampak merugikan di semua sektor. Masalah HIV/AIDS
merupakan masalah kesehatan yang serius dunia kesehatan memiliki catatan
panjang tentang sejarah HIV/AIDS dan asal usulnya yang kini meyebar di
masyarakat. Saat ini angka kejadian HIV di kota Ambon meningkat dalam tiga
bulan terakhir dengan jumlah 35 orang. Upaya yang telah dilakukan oleh
pemerintah setempat terkait penanggulangan HIV/AIDS yang sudah
dilaksanakan selama ini seperti pencegahan-pencegahan pada linkungan agar
tidak terkena penularan virus HIV/AIDS melalui kampanye dan penyuluhan
tentang menggunakan kondom dan melakukan pengobatan untuk mereka yang
sudah positif HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi
pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam upaya pencegahan penularan
HIV. Metode: penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi
fenomologi. Subjek dari penelitian ini adalah penderita HIV/AIDS di RSUD dr.
M. Haulussy Ambon dengan jumlah partisipan sebanyak 8 orang. Tahap
penelitian berupa wawancara mendalam yang di mulai pada 14 Juni 2022 – 14
Agustus 2022. Analisa data menggunakan interperative phenomenological
analysis (IPA). Wawancara direkam dan kemudian dibuat dalam bentuk
verbatim. Hasil: identifikasi menemukan tiga tema utama yaitu: upaya
partisipan dalam pencegahan penularan HIV/AID, hambatan partisipan dalam
pencegahan penularan HIV/AIDS, dan dukungan dari keluarga untuk partisipan
HIV/AIDS. Kesimpulan: upaya pencegahan yang dilakukan oleh penderita
HIV/AIDS adalah dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual,
tidak melakukan seks beresiko, dan tidak menyusui. Hambatan oleh partisipan
sendiri adalah sering berhubungan seksual dengan tidak memakai kondom serta
perilaku seks yang beresiko. Dan dukungan yang diterima oleh partisipan
adalah sikap keluarga yang merespon dan menerima penderita HIV/AIDS
merupakan sumber kekuatan terbesar untuk partispan.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.