KORELASI ANTARA DUKUNGAN KELUARGA, KADER, DAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANIA

LIA TAHAPARY

Abstract


Tuberkulosis (TBC) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis.
Pengobatan TB paru membutuhkan waktu minimal enam bulan. Hal ini menyebabkan kebosanan pada penderita,
yang berujung pada drop out pengobatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis korelasi antara dukungan
keluarga, kader, dan petugas kesehatan dengan kepatuhan berobat penderita Tuberkulosis di wilayah kerja
Puskesmas Nania. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah 42 orang diambil dengan teknik sampling jenuh. Analisis bivariate
menggunakan uji statistic nonparametric dengan uji Chi-Square. Hasil analisis statistik menunjukkan hubungan
dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat diperoleh p-value sebesar 0.040 (α=0.05), dengan dukungan tenaga
kesehatan diperoleh p-value sebesar 0.371 (α=0.05), dan dengan dukungan tenaga kesehatan diperoleh p-value
sebesar 0.013 (α=0.05). Analisis Multivariat menggunakan uji nonparametric yaitu uji multiple logistic regression
(MLR). Hasil uji MLR menunjukkan p-value untuk dukungan keluarga sebesar 0.369 dimana nilai sig.2 tailed > α
(alfa) 0.05 dan dukungan tenaga kesehatan diperoleh p-value sebesar 0.082 dimana nilai sig.2 tailed > α (alfa) 0.05.
Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan memiliki korelasi dengan
kepatuhan berobat penderita tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Nania namun secara simultan tidak
berpengaruh terhadap kepatuhan berobat penderita tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Nania. Penelitian
selanjutnya diharapkan dapat

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.