ANALISIS MANAJEMEN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA WAESAMU TAHUN 2023

WA ODE SATRIAWATI SAENDRAYANI

Abstract


Stunting adalah suatu kondisi yang menggambarkan status gizi kurang yang memiliki sifat kronis pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Secara global, sekitar 149,2 juta anak balita menderita stunting. Indonesia memiliki prevalensi balita stunting tertinggi diantara negara dengan ekonomi menengah kebawah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis manajemen kejadian stunting pada balita di desa Waesamu kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif yang merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripif. Informan dalam penelitian ini menggunakan informan kunci yaitu pemegang program gizi Puskesmas Kairatu Barat dan ibu dari balita yang terkena stunting yang berada di desa Waesamu sedangkan informan pendukung yaitu kepala desa Waesamu. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui interview (wawancara). Pelaksanaan program-program stunting di desa Waesamu sudah terlaksana dengan baik. Hasil evaluasi didapatkan jumlah balita stunting di desa Waesamu yaitu sebanyak 11 orang dan adanya langkah-langkah pendampingan dan intervensi lanjutan untuk kasus stunting dengan harapan agar dapat menurukan angka stunting di desa Waesamu. Hambatan dalam manajemen kejadian stunting di desa Waesamu adalah kurangnya partisipasi dari ibu hamil dan balita yang jarang berkunjung ke Posyandu. Sebaiknya stunting ini bukan haya diperhatikan oleh petugas kesehatan tetapi semua stakeholder yang ada di dalam desa khususnya masyarakat yang harus memperhatikan lingkungan sekitarnya agar dapat menopang pemerintah desa dan petugas kesehatan untuk menurunkan angka stunting di desaWaesamu.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.