STUDI KUALITATIF KEJADIAN DROP OUT PENGOBATAN TB PARU DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) PROVINSI MALUKU

FIFI YANI RUMAU

Abstract


drop out diartikan sebagai penderita TB dengan BTA positif yang menghentikan pengobatannya tanpa adanya intruksi dari dokter selama dua bulan/lebih penyebab drop out adalah faktor jarak, finansial, self-efficacy, efek samping obat dan liannya. Drop out akan berdampak pada penularan penyakit, TB MDR dan peningkatan prevalensi TB. tindakan penanggulangan kejadian drop out yakni melalukan edukasi kesehatan, pengobatan terjangkau, ekonomis dan bermutu dengan pembagunan kesehatan secara menyeluru terutama pada wilayah terpencil. Tujuan penelitian untuk mengetahui studi kualitatif kejadian drop out pengobatan tuberkulosis paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Provinsi Maluku. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi fenomenologi teknik sampling proposive sampling. pengumpulan data melalui teknik waawacara mendalam dengan informan utama 4 orang, 1 informan kunci dan 3 informan pendukung. Analisis data mengacu pada metode analisis B. Milles dan Huberman. Hasil: berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat beberapa penyebab informan memutuskan untuk berhenti berobat, diantaranya adalah karena faktor jarak yang jauh antara rumah pasien dengan balai paru. Faktor ekonomi rendah. selain itu faktor self-efficacy yang negatif yakni informan ragu untuk kembali melanjutkan pengobatan. saran: pasien TB yang drop out pengobatan diharapkan dapat menyampaikan segala keluhan ke BKPM dan mengikuti segala prosedur yang disampaikan oleh pihak BKPM, Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Provinsi Maluku disarankan untuk lebih rutin lagi untuk melakukan edukasi kepada pasien serta dapat menjalin kedekatan dengan pasien, untuk pemerintah lebih memperhatikan pembagunan kesehatan menyeluruh pada kawasan pesisir terjangkau dan bermutu.

SKRIPSI LENGKAP

Refbacks

  • There are currently no refbacks.