HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI DESA BATU MERAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIJALI
Abstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita di Indonesia. Data Puskesmas Rijali menunjukkan angka kejadian ISPA yang tinggi dan konsisten, yaitu 879 kasus pada tahun 2021, 1.164 kasus pada tahun 2022, dan 1.101 kasus pada tahun 2023. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diduga memiliki peran penting dalam pencegahan ISPA, namun data empiris mengenai hubungan keduanya di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan PHBS dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Batu Merah wilayah kerja Puskesmas Rijali. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan pendekatan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi- Square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Mayoritas responden berusia 20-30 tahun (81,8%), berpendidikan SMA (81,82%), dan berstatus ibu rumah tangga (89,09%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (89,1%), sikap baik (94,5%), dan tindakan baik (87,3%) terkait PHBS, namun prevalensi ISPA pada balita tetap tinggi (89,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,1000), sikap (p=0,1000), dan tindakan (p=0,1000) PHBS dengan kejadian ISPA (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian ISPA dipengaruhi oleh faktor multifaktorial kompleks yang memerlukan pendekatan pencegahan komprehensif melalui intervensi multi-sektoral meliputi perbaikan lingkungan, peningkatan akses layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
SKRIPSI LENGKAPRefbacks
- There are currently no refbacks.