HUBUNGAN PENGETAHUAN, MASA KERJA DAN PENGGUNAAN APD DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA NELAYAN TRADISIONAL DI DESA LATUHALAT KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON
Abstract
Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan melebihi luas daratan. Luas laut Indonesia pada tahun 2019 menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mencapai 5.8 juta km2 . Luasnya lautan Indonesia dimanfaatkan oleh sebagian penduduknya sebagai tempat mencari nafkah, salah satunya dengan menjadi nelayan. Hal ini juga yang terjadi di desa Latuhalat, dimana banyak masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan tradisional. Dikatakan nelayan tradisional karena alat tangkap yang digunakan masih sederhana atau tradisional. Oleh karena itu, rentan terjadi kecelakaan saat melaut atau mencari ikan. Menurut hasil riset, risiko kecelakaan kerja pada nelayan tradisional sekitar 20-30 kali dibandingkan pekerjaan lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan, masa kerja serta penggunaan APD dengan kecelakaan kerja yang terjadi pada nelayan tradisional di desa Latuhalat. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak sebanyak 30 orang yang keseluruhannya berjenis kelamin laki-laki dengan umur dan tingkat pendidikan yang berbeda. Umur nelayan dengan frekuensi terbanyak adalah diatas 40 tahun dengan jumlah 18 (60.0%) sedangkan pendidikan terakhir terbanyak adalah pada tingkat SMA dengan jumlah 13 (43.3%). Untuk menentukan hasil penelitian, dilakukan dengan metode SPSS yaitu uji chi- square. Adapun hasil dari penelitian ini yakni adanya hubungan antara pengetahuan, masa kerja dan penggunaan APD dengan kecelakaan kerja. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan nilai probabilitas (p value) dan nilai ∝. Untuk pengetahuan dan kecelakaan kerja, nilai p = 0.000. Untuk masa kerja dan kecelakaan kerja, nilai p = 0.335. Untuk penggunaan APD dengan kecelakaan kerja, nilai p = 0.000. Dari keseluruhan penelitian ini, disimpukan bahwa untuk pengetahuan dan penggunaan APD, terdapat hubungan dengan kecelakaan kerja dimana hipotesa alternatif (Ha) diterima dan hipotesa nol (Ho) ditolak. Sedangkan untuk masa kerja, tidak terdapat hubungan dengan kecelakaan kerja yang artinya hipotesa alternatif (Ha) ditolak dan hipotesa nol (Ho) diterima.
SKRIPSI LENGKAPRefbacks
- There are currently no refbacks.